Pasar Ikan Lama

pasar-ikan-medan

Pasar ikan lama atau biasa di sebut oleh masyarakat medan pajak ikan, bukanlah sentra penjualan ikan. Pasar yang di bangun pada jaman kolonial belanda ini populer sebagai sentra grosir kebaya, jilbab, mukena, sajadah, karpet, batik, busana tradisional, hingga barang-barang yang berasal dari tanah suci mekah tersedia disini, mulai dari kurma hingga air zam-zam.

Pengunjung yang datang ke pasar ikan lama ini tidak hanya dari kota medan, tetapi dari provinsi NAD (nanggroe aceh darussalam) mereka berbelanja untuk berbagai kebutuhan ibadah dan busana yang sedang tren pada saat ini. Bahkan wisatawan dari malaysia, singapore dan brunai darussalam banyak yang menjadi pelanggan tetap di pasar ikan lama ini, tak heran pasar ikan lama juga menjadi salah satu ikon kota medan.

Pasar ikan lama medan

Pasar ikan lama medan

Pasar yang menjadi pusat jual beli tekstil di medan ini setiap harinya pasti ramai di kunjungi. Mereka kebanyakan membeli untuk di jual kembali di daerah masing-masing, karena harga di sini jauh lebih murah di banding tempat lainya yang ada di kota medan.

Pada awalnya pasar ikan ini di buka pada tahun 1890, pada waktu itu pasar ini memang di tujukan untuk tempat penjualan ikan, pada waktu itu di angkut menggunakan kapal tongkang dari belawan melalui sungai deli. Selain ikan pasar ikan ini dulunya juga banyak terdapat pedagang yang berjualan daging dan sayur mayur.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1933 peta perniagaan di pasar ikan ini mulai berubah, saat itu pemerintah belanda mulai membangun pasar yang lebih besar dan modern, pasar itulah sekarang yang disebut pusat pasar. Sementara itu, sungai deli mulai tak bisa di layari lagi, sehingga hasil laut di bawa menggunakan jasa angkutan darat. Setelah pembangunan pusat pasar selesai, para pedagang dari pasar ikan lama pun mulai berangsur angsur pindah ke sana dan pusat pasar mulai menjadi pusat perdagangan.

Produk dagangan di pasar ikan lama pun mulai berubah, dari yang menawarkan ikan, menjadi pusat penjualan tekstil hingga berbagai cinderamata. Pedagang di tempat ini terdiri dari berbagai etnik, mulai dari minang, mandailing, aceh, keturunan arab, india dan tionghoa .

Menjelang puasa dan lebaran, pasar ini di kunjungi 3x lipat pengunjung pada hari biasa, sehingga pasar ini akan sangat padat pada hari tersebut. Di tengah berkembangnya jaman, pasar ikan lama tetap bertahan hingga saat ini, walaupun banyak peritel besar bermunculan di pusat kota medan, bahkan bisnis tekstil di pasar ikan kini makin berkembang.

 

2 comments

  1. Namanya pasar ikan, tapi mana ikannya gan? salah satu tempat belanja favorit saya di medan. makasih dah berbagi gan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*